Senin, 14 September 2009

Galang panji perwira sakti
Satu padu pendekar putri
Basmi ! Bela ibu pertiwi
Turun iring ke kancah perang
Serang !!!
Terjang !!!
Mundur kita pantang !

Duooorrrrrr...........
Akkkhhhhhh......
Sakit perih menyesakkan dadaku
Raga dan sukma tak lagi menyatu
Berserakan tubuh lunglai
Bersimbah darah menganak sungai

Kan kunanti hingga petang keagungan cahaya terang
Bertahta bintang gilang-gemilang
Dan embun pembasuh hati yang berang
Torehkan warna dalam kelabu
Dalam gelap yang membisu
Hingga kembali kepangkuan
Tatkala merah putih berkibar di tanah pujaan....jelajahi daratan Eropa
pandangi pantai Paris Plage di Galia
pelajari Dublin di Trinity College , Irlandia
lihatlah candi Spanyol bernama Sagrada Familia
tapi tetap kagumi negeri sendiri

pelajari teknologi negeri matahari terbit
juga sejarah tentang Kota terlarang
ataupun mistis legenda di Thailand
namun, tokoh utama adalah negeri ini

mereka tinggi, tubuh kita rata-rata (tidak)
mereka sipit atau bermata boneka,
mata kita hitam, tak sipit, tak lebar, biasa saja
mereka putih kemerahan, atau legam hitam,
warna kita diantaranya...

maka, Tuhanpun tahu...
sempurnanya kita,
adalah seluruh kebaikan dan kekurangan kita...

merah putih ini, milik kita Persahabatan dan Cinta
Sebuah anugerah kehidupan
Cinta membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin

Cinta hadir
Tuk memberi senyum manis
Mewarnai arti Persahabatan
Dengan Cinta...
Persahabatan menjadi lebih indah
Jadi teman terbaik...Selalu tersenyum ceria

Tanpa Cinta
Persahabatan menjadi hambar
Persahabatan bergaul dengan kecewa dan keputusasaan
Cinta kadang menjadi kambing hitam Persahabatan

Sejujurnya...
Cinta bukanlah perusak Persahabatan
Cinta memperindah Persahabatan

Persahabatan tanpa Cinta...
Cinta tanpa Persahabatan...
Mampukah diriku?FirasatKu Si Dia

Di Tepi Kolam Ku Bersantai Merenung
Ku Mencari Damai Ketenangan
Ceria Alam Kicauan Si Dia
Alangkah Indah Laungan Kesunyiaan

Ku Mencari Damai Abadi
Lumrah Kehidupan Perjuangan Si Dia
Suatu Kehidupan Ciptaan Yang Esa
Pasrah Hendaknya Redha Ilahi

Ku Mencari Makna Kasih Sayang
Rentak Si Dia Memikat Kalbu
Mahabbah Lumrah Fitrah Insani
Fitrah Hamba Ciptaan Ilahi

Ku Mencari Makna Kehidupan
Si Dia Datang Menyingkap Minda
Hati Nurani Rahsia Tersirat
Singgahsana Naungan Hidayat Ilahi

Ku Merenung Hai Si Dia
Rentak Gaya Tersurat Tersirat
Minda Rohani Hamba Ilahi
Menjana Gagasan Insan Rabbani



Tanah air Ku

Bumi Melayu TanahairKu
Berjuang Berkhidmat Titisan WarisanKu
Indah Sungguh Tanah air Ku
Warisan Nusa dan Bangsa

Ayuh Bangkit Pejuang Nusa
Menabur Jasa Khidmat Bangsa
Dulu Kini Selama Masa
Falsafah Hidup Khidmat BerjasaAlunan angin tak mampu mengusir sepiku,
Buaian rumput jua tak mampu menidurkanku,
Kesendirian yang semu membuatku merindu,
Yang tak termimpi menjadi sesuatu.

Memang kusadari,
Rangkaian peristiwa yang menepi,
Menyentuh sanubari hati,
Dan meninggalkan jejak yang berseri.

Hanya waktu yang tahu,
Mengapa ramai siang membuatku gelisah,
Mengapa hening malam membuatku galau.

Ini sekedar curahan pena,
Menuangkan hati lewat tinta,
Tapi ini adalah nyata,
Setiap saat memang selalu bermakna.

Senang riang galau dan sedih,
Hanyalah perputaran kejadian belaka,
Semua tergantung pilihan kita,
Ikhtiar atau takdir.

Aku memilih berpikir dan berusaha,
Aku memilih menulis dan berbicara,
Aku memilih diam dan bergerak,
Aku memilih hening dan bersukacita,
Aku memilih bahwa aku harus memilih.

Inilah curahanku…
Dalam belajarku menulis kata…Apakah tidak ada satu kesempatan
untuk sang kumbang hinggap diatas mahkota hatimu
jangan kau simpan secuil luka dalam hatimu..
bila itu akan membuatmu merasa tak berarti

Jangan biarkan harimu habis tergadaikan
hanya untuk menimang sebuah kesedihan
jangan relakan waktumu berlalu tanpa kenangan
hanya untuk menemani manjanya kedukaan

Lembaran kelam penuh warna pekat
yang kau toreh bersama dia yang pengkhianat
telah menjambak kesadaranmu yang terbuai lamunan dusta
jangan kau sibukkan dirimu hanya untuk merangkai kata yang tertinggal
yang telah terucap dari bibir-bibir sumbing penuh bualan

Jangan kau biarkan pikiranmu terus beronani
yang mengharapkan dia untuk kembali lagi
sebab dia telah pergi dengan kesombongan diri
cintamu telah dipecundangi oleh lelaki keledai

Kembalilah.. ……… …
tembus ruang dan waktu yang telah merangkapmu
dan runtuhkan dinding kedukaanmu dengan sukamu
sebab pangeranmu akan segera menjemputmuDia,si penjaga hatiku
Dia,pemanis dalam gula
Dia,pandai mencuri jiwaku
Dia,tak sedikitpun merobek hati

Ya rabb,,
Bila hati berbenih cinta,
dekatkanlah aku karena cinta
Cinta yang membuat 2 remaja gila
Bukan hanya remaja binatangpun serupa..

Aku tak ingin kehilangan sosoknya
jangankan dirinya,bayangannya pun aku tak mau
Aku ingin dia dapat mencintaiku seperti ku mencintainya
Halus lembut tutur katanya
Membuat panah cinta tertikam dalam hatiku
Mungkinkan kami dapat berbagi rasa dan cerita.?

Ya Rabb,
Ku pasrahkan hidupku untukMu untuk mencintainya
Semoga ia menjawab apa yang ku tanya pada hatinya
Sebuah cinta yang hangat
Akankah kau menghendaki kami bersama?
Kau pasrahkan yang terbaik untukku Keinginanmu....
Yang Membuat Kau Mampu
Bertahan Di Profesimu
Seberat Tugas Yang Kau Pikul
Hanya Untuk Menjunjung Tinggi
Negara Ini.....
Kau Merelakan Segalanya
Bahkan Segenap Jiwa Dan Ragamu
Tanpa Kau Berfikir Kau Pergi
Meninggalkan Semua Yang Kau Miliki
Keluarga...
Kerabat...
Dan Kekasih Tercinta...
Tanpa Banyak Pertimbangan
Kau Menempuh Hari-Harimu
Dengan Perjuangan Keras
Tanpa Ragu-Ragu
Kau Tancapkan
Sangsaka Merah Putih
Di Dadamu...
Kami...
Orang Yang Di Belakangmu
Kan Selalu Mendukung Dan Mendoakanmu
Jangan Menyerah.....
Dan teruskobarkan semangatmu...
Air Mataku Untukmu
Dan
Air Matamu Untuk Negaraku
Terima Kasih,,,,
Kau Telah Tunjukan
Kharisma Keprajuritanmu....


JALESU BHUMYAMCHA JAYA MAHE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar