
Hati nurani dan kata hati kita kadang dengar, malah sering didengar dalam pergaulan sehari-hari. Hal ini dijadikan semacam ikon; simbol pelampiasan oleh seseorang untuk meyakinkan yang lain. Orang lain yang dimana ditujukan maksudnya.
Kadang juga membingungkan bagi yang tidak tahu benar apa arti dari kata-kata ini. Kapankah sebenarnya berlaku kata ini dan apa pertautan dan peberbedaan dua kata ini, ...atau kata-kata ini merupakan satu pengertian yang terangkai dari dua kata.
Saya sendiri tidak tahu persis apa makna dari kata –hati nurani- tetapi mungkin maksudnya adalah bahagian dalam dari kandungan jiwa, yang menyuarakan bisikan, pabila jiwa tertimpa kebimbangan, karena perasaan kemelut. Entah ini maksudnya.
Kata hati mungikin dimaksud adalah bisikan jiwa menyatakan sesuatu bantahan dari apa yang telah diucapkan oleh mulut melalui kata-kata, atau sesuatu yang dicetuskan keluar melalui alat komunikasi, yang sudah bertentangan dengan keadaan yang sebenarnya.
Marak sekali diucapkan oleh seseorang untuk mendesak orang lain yang diragukan dalam keadaan pendirian yang sudah tidak benar. Kepada mereka yang dianggap menyembunyikan perasaan yang sebenarnya. Ragu dalam pendirian, sehingga didesak untuk menyatakan dan mengatakan keadaan yang sebenarnya. Jangan mendustai kata hatinyan. Jadi dilarak munafik, begitulah.
Hati nurani dan kata hati ini kadang dijadikan tamen para tokoh dan orang yang ingin ditokohkan pabila sementara mencari dukungan yang temporir karena tujuan tertentu. Kata-kata manis dan jaji muluk-muluk diobral kepada siapa saja yang dianggap dapat memberi keuntungan, mendukung dia atau mereka untuk mencapai tujuannya.
Kata-kata dan janji yang diobral, sudah dia atau mereka ketahui sendiri ketidak benarnya. Janji yang dijanjikan kepada orang lain sudah diketahui oleh hati nuraninya, tidak mungkin akan diwujudkan dalam kenyataan kelak. Namun tatap dijinjikan, untuk dipenuhi, kalau dianya kelak.....bla, bla, katakanlah....
Janji-janji yang sudah diobral karena punya tujuan tertentu ini, merupakan satu perbutan yang mendustai kata hati. Karena sudah dibisikkan kata hatinya, kalau hal ini tidak benar apa yang dijanjikan. Dengan demikian berarti mereka ini berlaku melawan hati nurani, dan mengungkapkan sesuatu dengan mendustai kata hati.
Dengan demikian perlakuan semacam ini adalah mendustai kata hati dan berbuat menentang hati nurani. Namun para pelakunya tidak pernah mau menerima kalau mereka dikatakan pembohon, alias munafik.
Karena didalam hidup, menurut pelaku semacan ini, memang tidak ada yang jujur, yang penting tujuan mereka tercapai, yang lain-lain, dibelakang persoalan. Hahaha, kita bukan menuding satu kelompot tertentu yang dianggap orang terhormat dalam kehidupan sehari-hari kita.*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar